Skip to main content

Agustadi Sasongko Purnomo


AGUSTADI SASONGKO PURNOMO lahir di Surabaya pada 6 Agustus 1952. Dia menyelesaikan pendidikan militer di Aka-demi Mititer (1974) dengan predikat terbaik meraih Ad Ma-kayasa. Dia juga telah mengikuti pendidikan Sussarcab, Sus Staf Pur, dan Seskoad/1995.

Karier mititernya diawali Danton Tiga/ A Yonif Linud 305/17/I/K. Kariernya makin meningkat saat men-jabat Waasops Kasdam I/BB. Dia sempat menjadi anggota Frak-si ABRI DPR (1992-1997) dan anggota Fraksi ABRI DPR (1997- 1999).

Kemudian menjadi Pati Mabes TNI-AD, Kasdam XVII/ Trikora, Pangdivif 2/Kostrad, Pangdam XVI/Pattimura, Pangdam Jaya, dan Sesmenko Pothukam. Dia juga pernah mengikuti Operasi Seroja di Timtim (1975), Operasi Pamungkas di Timtim (1978), Operasi Kikis di Timtim (1981), Operasi Kitat di Timtim (1983), Operasi Jaring Merah Aceh I-IV (1991-1994), serta Operasi Nuri 01 di Irian Jaya (2001).

Agustadi dipercaya menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Da-rat menggantikan Jenderal Djoko Santoso. Dia dilantik menjadi Panglima TNI menggantikan Marsekat Djoko Suyanto di Istana Negara, Jakarta, pada 28 Desember 2007. Bersamaan dengan itu Presiden juga melantik Marsekal Madya Soebandrio men-jadi Kepata Staf TNI Angkatan Udara.

Untuk mengisi jabatan Kasad itu sempat beredar tujuh na-ma yang kemudian mengerucut menjadi tiga nama yang dapat dipilih, yaitu Letjen Agustadi SP (Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan), Letjen Sjafrie Sjamsoed-din (Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan), dan Letjen George Toisutta (Panglima Kostrad).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memilih Agustadi setelah berkonsultasi dengan Panglima TNI Djoko Suyanto, Menko Polhukam Widodo AS, ser-ta Menseskab Sudi Silalahi.

Jabatan Kasad tentu saja sangat strategis dalam konste-lasi potitik dan keamanan di Indonesia. Bahkan sejarah sudah membuktikan pentingnya posisi tersebut datam kaitannya de-ngan perkembangan perpolitikan nasiona. Letjen Agustadi kini berada dalam posisi tersebut.